• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 5
Pos oleh :

helmyati

PKGM Adakan Edukasi tentang Kesehatan Mental pada Siswa SMP

Berita Senin, 29 Juli 2024

Bantul, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan edukasi tentang pentingnya mengelola kesehatan mental remaja kepada siswa-siswi sekolah menengah pertama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Juli 2024 pukul 09.00 bertempat di halaman SMPIT LHI Banguntapan, Kabupaten Bantul. Edukasi kesehatan mental merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat PKGM Tahun 2024 dengan judul “Sehat Bersama Sekolah: Membangun Budaya Kesehatan Melalui Program Health Promoting School”

Sebagai narasumber, Ibu Erna Susilowati, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan materi dengan judul “Cara Mengelola Kesehatan Mental Remaja” Ibu Erna membuka sesi edukasi dengan dua cerita dan meminta peserta untuk membandingkan perbedaan keduanya. Di tengah sesi, peserta diminta menonton video kartun animasi yang menampilkan contoh masalah kesehatan mental yaitu kecemasan. Ibu Erna juga menyampaikan kasus-kasus kesehatan mental yang kerap dialami oleh remaja sehingga cukup relevan dengan peserta. Sebelum menutup sesi Ibu Erna menegaskan larangan untuk self diagnosed atau mendiagnosis sendiri masalah kesehatan mental yang dialami. Pada akhir sesi, siswa bertanya mengenai kondisi yang dialami oleh masing-masing dari mereka. Diskusi berjalan dengan baik dan para siswa antusias untuk bertanya. 

Edukasi ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 sebanyak 70 anak. SMPIT LHI Banguntapan memiliki concern tentang pentingnya mengenalkan kesehatan mental anak sehingga setiap siswa baru akan diberikan tambahan materi terkait topik tersebut. Setiap tahunnya siswa baru juga akan diminta menjalankan project khusus dengan tema kesehatan mental. Pada tahun ini PKGM berkesempatan mengisi sesi edukasi. Semoga kerjasama ini dapat terjalin berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

Program pengabdian masyarakat bertema Health Promoting School menjadi bagian dari komitmen PKGM dalam mendukung tercapainya tujuan ke-3 pembangunan berkelanjutan yaitu menciptakan kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

 

Kontributor: Lintang Aryanti

Edukasi Anemia Pada Siswa Putri SMP IT LHI Banguntapan

Berita Jumat, 19 Juli 2024

Bantul, PKGM – Anemia merupakan salah satu permasalahan serius yang seringkali ditemukan pada anak dan remaja. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun adalah sebesar 26.8% dan pada anak usia 15-24 tahun adalah 32%. Sebagai upaya untuk mencegah dan mengatasi anemia, pemerintah menciptakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada tahun 2014 yang didistribusikan melalui Puskesmas dan sekolah. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya konsumsi TTD menyebabkan konsumsi TTD menjadi rendah. Selain itu, rendahnya pengetahuan remaja juga dapat berpengaruh terhadap perilaku, pola hidup, dan kebiasaan makan yang menyebabkan terjadinya anemia.

Pada hari Jumat, 19 Juli 2024 bertempat di SMP LHI Banguntapan, Bantul, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM menyelenggarakan penyuluhan , yang pada kesempatan ini diwakili oleh Lintang Aryanti, S.Gz, berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan “Penyuluhan Pentingnya Mencegah Anemia pada Remaja” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Sehat Bersama Sekolah: Membangun Budaya Kesehatan Melalui Program Health Promoting School”. Sebelum pemaparan materi, siswa putri dari kelas 7-9 diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Setelah materi selesai disampaikan, diadakan sesi tanya jawab mengenai materi yang telah dipaparkan. Para siswa aktif memberikan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya seputar topik anemia pada remaja putri. Setelah sesi tanya jawab, siswa diminta mengisi post-test. Di akhir acara, diadakan sesi FGD oleh pihak sekolah dengan meninjau ulang materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pada sesi ini siswa juga berbagi pengetahuan baru yang diperoleh dari sesi materi tersebut.

Semoga dengan adanya penyuluhan ini, siswa putri dapat lebih memahami cara mencegah anemia dan ikut serta berperan aktif dalam pencegahan anemia pada remaja. Pencegahan anemia diharapkan dapat mendukung capaian SDGs nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera (Good health and well-being) di semua kelompok usia. Selain itu, kegiatan ini juga penting agar generasi muda terbebas dari malnutrisi baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi. Hal ini turut mendukung pencapaian SDGs nomor 2 yaitu tanpa kelaparan (Zero hunger) yang salah satu targetnya adalah mengakhiri segala bentuk malnutrisi.

 

Kontributor: Mitha Aristyarini

Pertemuan Perdana Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Selasa, 25 Juni 2024

Sleman, PKGM – Kegiatan implementasi model best practice BKKBN DIY perdana dilaksanakan pada Rabu, 19 Juni 2024 di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Pertemuan ini mengawali rangkaian kegiatan yang akan berjalan selama 12 minggu kedepan. 

Pertemuan implementasi model best practice kampung KB menggabungkan kegiatan yang ada di Posyandu balita dan Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan ini terdiri atas serangkaian aktivitas mulai dari pengukuran balita dan ibu hamil, pemberian materi edukasi, kegiatan menyuapi aktif anak, dan pemberian bekal gizi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 50 balita dengan orang tua dan 3 ibu hamil. 

Pada pertemuan pertama peserta mendapatkan edukasi dari ahli gizi dan penyuluh kesehatan Puskesmas Depok 2 tentang 1000 HPK dan pentingnya aktivitas fisik. Selain itu penyuluh KB juga memberikan edukasi tentang 8 fungsi keluarga. Selama kegiatan ini balita dan ibu hamil mendapat makanan tambahan berupa satu menu makan utama. Selain itu, setelah kegiatan selesai peserta sasaran juga mendapatkan bekal gizi berupa bahan makanan mentah untuk diolah dan dikonsumsi di rumah. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada 12.00 WIB.

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan. Tim PKGM juga mengumpulkan data terkait persepsi dan pola asuh orang tua menggunakan instrumen yang telah disediakan oleh BKKBN. Nantinya data tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan yang menjadi output kegiatan ini. Kegiatan pendampingan yang dilakukan PKGM menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

Waspadai Foodborne Illness, Perhatikan Makananmu Sekarang!

Konten Edukasi Jumat, 14 Juni 2024

Belum lama ini media sosial digemparkan dengan berita keracunan massal yang dialami oleh sekelompok warga di sebuah desa di Jawa Barat. Penyebab keracunan diduga berasal dari makanan yang diperoleh warga dari acara tahlilan. Korban keracunan mengalami gejala perut sakit dan buang air besar berkali-kali setelah mengonsumsi makanan tersebut. Alhasil banyak korban mengalami kekurangan cairan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

Fenomena keracunan massal karena makanan seperti di atas sudah sering kita temui. Keracunan umumnya disebabkan karena kontaminasi bakteri patogen pada makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini disebut juga dengan foodborne illness atau penyakit bawaan makanan. Foodborne illness menimbulkan gejala yang dapat dirasakan dalam hitungan menit hingga beberapa minggu setelah seseorang mengonsumsi makanan/minuman terkontaminasi. Umumnya gejala tersebut seperti mual, muntah, diare, atau demam. Jika tidak segera teratasi penyakit ini akan berdampak serius hingga menyebabkan kematian pada beberapa orang dengan risiko tinggi seperti bayi, anak kecil, wanita hamil, lansia, dan orang-orang dengan imunitas lemah (seperti penyintas HIV/AIDS, kanker, diabetes). 

Kamu tidak perlu khawatir, sebagian besar kasus foodborne illness dapat dicegah dengan memasak atau memproses makanan dengan benar untuk membasmi patogen. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah foodborne illness yaitu

1. Cuci tangan menggunakan sabun.

Tangan menjadi perantara untuk memasukan makanan ke dalam mulut. Sehingga menjaga kebersihan tangan menjadi hal yang mendasar. Upayakan mencuci tangan menggunakan sabut selama 20 detik. Biasakan mencuci tangan pada tiga waktu penting yaitu setelah menggunakan kamar mandi, sebelum memasak, dan sebelum makan.

2. Pisahkan makanan mentah dan makanan matang.

Jangan gunakan piring yang terkontaminasi daging mentah, unggas, atau makanan laut untuk hal lain kecuali mencuci piring terlebih dahulu dengan air sabun panas. Disarankan untuk mencuci peralatan yang telah menyentuh daging mentah jika peralatan tersebut juga digunakan untuk menangani daging matang. 

3. Marinasi makanan di dalam kulkas, bukan di atas meja (suhu ruang).

Perlu diingat bahwa bakteri berkembang cepat pada suhu 5°C hingga 60°C. Jika ingin menggunakan sebagian bumbu marinasi sebagai saus pada makanan setelah dimasak, gunakan bumbu yang belum terkontaminasi daging atau bahan mentah. 

4. Masak makanan hingga matang.

Masak semua daging-dagingan hingga suhu internal minimum 145 °F atau 63 °C yang diukur dengan termometer makanan sebelum mengeluarkan daging dari sumber panas. Masak semua daging giling mentah hingga mencapai suhu internal minimum 160 °F atau 71 °C dan unggas hingga suhu internal minimum 165 °F atau 74 °C, yang diukur dengan termometer makanan. Jika tidak memiliki termometer makanan pastikan memasak daging hingga berwarna kecoklatan (tidak menyisakan warna merah muda di dalam daging).

5. Dinginkan dan bekukan makanan dengan segera.

Jangan membiarkan makanan berada di luar lemari pendingin atau di atas panggangan selama lebih dari 2 jam. Pada suhu ruang 30 °C, makanan tidak boleh dibiarkan di ruangan selama lebih dari 1 jam.

6. Menjaga suhu makanan panas tetap panas, dan makanan dingin tetap dingin.

Bungkus dengan baik makanan dan letakkan di dalam wadah kedap udara. Jika membungkus makanan, pastikan untuk memakannya dalam waktu dua jam setelah membelinya. Saat memanaskan kembali makanan ini, pastikan suhu makanan mencapai 165 °F atau 74 °C. Makanan dingin seperti salad atau dessert disimpan pada suhu kurang dari 40 °F atau 4 °C. Gunakan batu es untuk menjaga suhunya tetap dingin saat dihidangkan dalam pesta.  

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

 

Referensi: 

  1. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/barbecue-basics-tips-prevent-foodborne-illness
  2. https://www.fsis.usda.gov/food-safety/foodborne-illness-and-disease

Persiapan Pendampingan Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Senin, 10 Juni 2024

Sleman, PKGM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan rapat persiapan program implementasi model best practice kampung Keluarga Berkualitas (KB) pada Kamis, 6 Juni 2024 di kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, pemerintah Kalurahan Condongcatur, kader Bina Keluarga Balita (BKB), perwakilan Puskesmas Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan PKGM FK-KMK UGM selaku tim pendamping program. Kegiatan dibuka oleh Bapak Kamituwo Kalurahan Condongcatur dan dilanjutkan dengan pemaparan program oleh Ibu Niken dari BKKBN DIY. 

Program implementasi model best practice kampung KB merupakan inovasi dalam penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Model best practice kampung KB adalah intervensi kegiatan yang mengkolaborasikan beberapa kegiatan dalam satu kali penyelenggaraan, meliputi kegiatan DASHAT, Posyandu, Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), PAUD, GERMAS, dan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Program ini merupakan program nasional BKKBN yang diturunkan di setiap provinsi sebagai bagian dari studi kasus praktik baik percepatan penurunan stunting di kampung KB. Kegiatan ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi kebijakan dalam bidang kesehatan. Untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan ini BKKBN DIY menggandeng tim penulis dari Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM. 

PKGM akan berperan sebagai pendamping yang memantau dan mengevaluasi pelaksanaan implementasi model best practice kampung KB di Kalurahan Condongcatur. Turut hadir dalam pertemuan Ibu Dr. Lily Arsanti, STP., MP. dari PKGM sebagai ketua tim penulis. Nantinya selama pelaksanaan kegiatan, Ibu Lily bersama tim penulis PKGM akan melakukan observasi, pengambilan data wawancara, dan dokumentasi sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan untuk percepatan penurunan stunting. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKGM untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

Menjadi Narasumber dalam Kegiatan DWP Kabupaten Sleman, Peneliti PKGM Sampaikan Tentang Bekal Sekolah Sehat Bergizi

Berita Sabtu, 18 Mei 2024

Sleman, peneliti Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM yang juga dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, Ibu Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD, menjadi pemateri atau narasumber dalam pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman pada Jum’at, 17 Mei 2024 di Aula Unit 1 Pemda Kabupaten Sleman. Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka realisasi program kerja tahun 2024 DWP Kabupaten Sleman serta bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya membawa bekal sekolah pada anak.

Kegiatan dibuka oleh ketua panitia Ibu Widyawati dan sambutan Ibu Fatwa Sari Tetra Dewi selaku ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman. Acara dilanjutkan sesi materi, dalam kesempatan ini Ibu Aviria menyampaikan topik berjudul “Bekal Sekolah Sehat Bergizi”. Dalam paparan Beliau disampaikan bahwa peran nutrisi sangat diperlukan bagi anak sekolah sehingga bekal makan siang bisa menjadi salah satu solusi pemenuhan gizi yang aman dan bergizi. Kegiatan dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab bersama dengan peserta dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan peserta dapat menerapkan kebiasaan baik pada anak membawa bekal sekolah yang sehat dan bergizi agar kebutuhan nutrisi harian anak tercukupi. Kegiatan PKGM ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

Institut Danone International Menggandeng Peneliti PKGM Melakukan Studi tentang Sustainable Diet di Indonesia

Berita Selasa, 14 Mei 2024

 

Perubahan iklim dan permasalahan lingkungan tengah menjadi isu yang gencar disorot oleh masyarakat dunia. Akibatnya mulai muncul gaya hidup ramah lingkungan atau sustainable living sebagai upaya menghadapi isu lingkungan tersebut. Perilaku sustainable living diwujudkan salah satunya dengan menerapkan prinsip sustainable diet atau pola makan berkelanjutan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan ramah lingkungan. 

Dikutip dari Food and Agriculture Organization (FAO), sustainable diet merupakan pola makan dengan dampak lingkungan yang rendah yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan yang sehat untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Pola makan ini turut melindungi dan menghormati keanekaragaman hayati dan ekosistem, dapat diterima secara budaya, dapat diakses, adil secara ekonomi dan terjangkau; bergizi cukup, aman dan sehat; serta mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Berangkat dari permasalahan tersebut Institut Danone International berinisiatif meluncurkan sebuah proyek studi yang berjudul “Cross-country comparison of consumer perceptions and understandings of environmentally sustainable eating.” Tujuan studi tersebut adalah untuk membandingkan persepsi dan pemahaman konsumen mengenai pola makan yang ramah lingkungan sebagai upaya untuk menginformasikan pesan dan strategi intervensi yang tepat. Proyek ini dijalankan di enam negara yaitu Italia, Jepang, Spanyol, Kanada, Meksiko, dan Indonesia. Pada studi yang dilakukan di Indonesia, Institut Danone International turut menggandeng peneliti dari Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) UGM, Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, sebagai research assistant dan dr. Widjaya Lukito, SpGK, PhD sebagai site investigator.

Studi ini akan melibatkan sebanyak 30 hingga 45 responden yang berasal dari masyarakat umum dengan syarat berusia 18-35 tahun dan bukan berasal dari lulusan ilmu gizi maupun ilmu lingkungan. Pengambilan data akan dilakukan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap responden yang memenuhi kriteria dan bersedia terlibat dalam rangkaian kegiatan penelitian. Peneliti menargetkan untuk menjangkau keterwakilan dari tiga bagian wilayah di Indonesia yaitu barat, tengah, dan timur, sehingga studi ini dapat menghasilkan gambaran masyarakat Indonesia secara lebih baik. Saat ini studi sudah berjalan pada tahap pendaftaran calon responden. Penyebarluasan informasi pendaftaran dilakukan dengan menggunakan poster yang diunggah pada media sosial PKGM yaitu Instagram. Bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dan tertarik untuk bergabung dapat mengisi pada link bit.ly/daftarSHD.

Pola makan berkelanjutan atau sustainable diet berhubungan erat dengan permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat. Melalui studi ini, PKGM berharap dapat menyumbang kontribusi keilmuan terhadap masalah gizi dan kesehatan khususnya berkaitan dengan pangan dan lingkungan, serta turut mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) yang kedua yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang lebih baik, serta mempromosikan pertanian berkelanjutan. 

 

Sumber:

Gold, K., & McBurney, R. P. H. (2010). Sustainable diets and biodiversity: Directions and solutions for policy, research and action. Food and Agriculture Organization of the United Nations, Rome, Italy, 108-114.

PKMK Lakukan Diseminasi Hasil Studi Gizi dan Kesehatan Mental Remaja Indonesia di Kabupaten Gunung Kidul, Peneliti PKGM Menjadi Pengarah.

Berita Rabu, 8 Mei 2024

Wonosari, PKGM – Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) UGM melaksanakan kegiatan diseminasi hasil Indonesian Adolescent Nutrition and Mental Health Study (INHES) atau Studi Gizi dan Kesehatan Mental Remaja Indonesia pada Selasa, 7 Mei 2024 di Hotel Santika Gunungkidul. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul, H.Sunaryanta, dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan turut diikuti oleh perwakilan dari dinas, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan tim penelitian dengan total undangan kurang lebih 100 orang. Sebagai perwakilan dari tim penelitian, Alida Melse dari Wageningen University, Belanda, menyampaikan pendahuluan terkait peran tim peneliti dalam menemukan permasalahan pada remaja di Kabupaten Gunungkidul dan harapan terhadap kehidupan remaja yang lebih baik di masa depan. 

Indonesian Adolescent Nutrition and Mental Health Study (INHES) atau Studi Gizi dan Kesehatan Mental Remaja Indonesia merupakan sebuah studi yang mengkaji tentang kesehatan dan gizi remaja termasuk ketahanan pangan, status gizi, anemia, kesehatan mental. Penelitian ini telah dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta sejak era pandemi tahun 2021 hingga 2024. 

Studi ini dilakukan atas kerjasama antara PKMK, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Indonesia, dan Wageningen University and Research (WUR), Belanda. Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh Neys van Hoogstraten Foundation, IMMANA Fellowship Program, University Fund Wageningen, dan pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta. Ketua tim peneliti, Muhammad Asrullah, Ph.D, turut memperkenalkan tim peneliti yang terdiri dari pengarah, peneliti, manajer, dan tim lapangan. 

Kegiatan diseminasi dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pemaparan hasil penelitian dan sesi diskusi rekomendasi kebijakan. Pada sesi pertama, Asrullah atau yang akrab dipanggil Arul, menyampaikan hasil temuan studi di mana terjadi penurunan prevalensi gangguan jiwa dari tahun 2021 (28,3%) ke studi lanjutan di 2022 (6,9%). Sebaliknya kejadian anemia justru lebih banyak pada studi lanjutan (32,1%) dibandingkan dengan tahun 2021 (23,4%). Selain itu, terjadi penurunan prevalensi keanekaragaman makanan yang kurang memadai (7,5% vs 1,6%), penurunan konsumsi makanan berisiko tinggi (73,1% vs 32,7%), dan peningkatan keamanan pangan (59,9% vs 67,5%). Pada sesi kedua, dengan dipandu oleh tim peneliti, peserta diminta mengurutkan prioritas rekomendasi kebijakan menggunakan mentimeter (menti.com). Ketua tim peneliti mengatakan keberhasilan studi ini tidak terlepas dari dukungan semua tim peneliti, masyarakat, dan pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul.

Peneliti PKGM, Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, menjadi salah satu anggota tim pengarah dalam studi INHES. Siti Helmyati turut berperan dalam penelitian ini dengan keahliannya di bidang gizi masyarakat dan anemia pada remaja. Tidak hanya untuk membantu dalam mengatasi masalah gizi dan anemia remaja di Kabupaten Gunungkidul, kesempatan ini turut dimanfaatkan oleh PKGM untuk menjalin kemitraan lebih luas dengan peneliti dari universitas mancanegara dan lintas keilmuan, dalam hal ini Wageningen University, Belanda, dan PKMK UGM. Hal ini menjadi komitmen PKGM untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta tujuan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. 

 

Kontributor: Lintang Aryanti.

 

Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah

Berita Rabu, 10 April 2024

Segenap pimpinan dan keluarga besar pusat kesehatan dan gizi manusia fakultas kedokteran, kesehatan masyarakat, dan keperawatan universitas gadjah mada mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah”.

 

Taqabbalallahu minna wa minkum.

Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.

 

#lebaran2024

Penyampaian Hasil Penelitian: Sosialisasi Modul Pencegahan Stunting untuk Kader Posyandu dan Kelompok Pendamping Keluarga

Berita Jumat, 1 Maret 2024

Penyampaian hasil penelitian dengan judul “Studi Evaluasi Analitik dari Dampak Sosialisasi Modul Pencegahan Stunting untuk Kader Posyandu dan Kelompok Pendamping Keluarga pada Tingkat Komunitas” yang dilakukan oleh Tim PKGM pada Senin (26/02) bertempat di Dinas Kesehatan Kab. Temanggung dan Puskesmas Kandangan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PKGM dalam upaya pengentasan stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Temanggung, sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang kedua dan ketiga yaitu menghilangkan kelaparan dan menciptakan keluarga sehat dan sejahtera, guna menyambut momentum Indonesia Emas 2045. Semoga PKGM dapat terus menebarkan manfaat bagi masyarakat.

1…34567…15

Berita Terkini

  • Diskusi Kasus Kelompok Kesehatan Reproduksi Remaja di MA Miftahunnajah
    12/05/2026
  • Bekali Siswa dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, PKGM Gelar Edukasi di MA Miftahunnajah Sleman
    12/05/2026
  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
    21/03/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY