• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

PKGM Gelar Edukasi Kesehatan bagi Siswa Baru di MA Miftahunnajah Sleman

Berita Senin, 20 Juli 2026

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MA Miftahunnajah Sleman. Kegiatan yang terlaksana pada Jumat, 17 Juli 2026 ini diikuti oleh 60 siswa baru kelas sepuluh. Masa awal tahun pembelajaran baru menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memberikan pengarahan kepada siswa yang akan memasuki kehidupan asrama. Lingkungan asrama sekolah dapat memicu risiko penularan penyakit apabila kebersihan diri tidak dijaga dengan baik. Hal ini yang menjadi perhatian pihak MA Miftahunnajah Sleman dan memandang perlu adanya penekanan edukasi kebersihan diri secara khusus kepada siswa baru.

Hadir sebagai narasumber, Ibu Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes dari Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran. Dalam pemaparannya, Ibu Supriyati membahas bagaimana penerapan PHBS khususnya dalam konteks sekolah asrama dan menekankan pentingnya menjauhi perilaku merokok baik rokok konvensional maupun elektrik. Kegiatan ini sebagai upaya membangun pemahaman dan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat sejak dini di lingkungan sekolah dan asrama.

Kegiatan edukasi yang berlangsung secara interaktif dan partisipatif itu diawali dengan pengerjaan soal pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai PHBS sebelum menerima materi edukasi. Selanjutnya, materi disampaikan secara langsung oleh Ibu Supriyati dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi ditutup dengan pengerjaan post test guna mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa.

Setelahnya para siswa diajak untuk berpartisipasi aktif melalui diskusi kelompok kecil yang terdiri dari 5-6 orang. Pada sesi ini, siswa diminta mengerjakan dua kasus terkait dengan praktik PHBS dan bagaimana hubungannya dengan kesehatan. Selanjutnya, dengan dipandu oleh fasilitator, siswa saling bergantian menyampaikan hasil diskusi kelompoknya dalam forum besar. Melalui kegiatan diskusi kelompok ini diharapkan mampu melatih kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah sehari-hari. 

Selama kegiatan berlangsung, turut hadir Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) FK-KMK UGM yang melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan guna meninjau program yang didukung oleh dana masyarakat Abdimas FK-KMK tahun 2026 ini. Kegiatan ini menjadi rangkaian program pengabmas berjudul “Replikasi dan Penguatan Program Health Promoting School dalam Peningkatan Gizi dan Kesehatan Remaja berbasis Pengalaman Implementasi” yang diketuai oleh Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 (pendidikan berkualitas), dan SDG 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan). Melalui kolaborasi ini diharapkan siswa MA Miftahunnajah Sleman mampu menerapkan PHBS secara konsisten sehingga berawal dari kesehatan individu dapat tercipta kesehatan komunitas yang berkelanjutan.

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

Latih Siswa Pantau Status Gizi, PKGM Gelar Workshop untuk OSIS dan OSAMI di MA Miftahunnajah Sleman

Berita Rabu, 3 Juni 2026

Sleman – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan Workshop bagi siswa di MA Miftahunnajah Sleman pada Selasa, 2 Juni 2026. Tujuan dari workshop ini adalah untuk melatih siswa dalam melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah sebagai bekal keterampilan pemantauan status gizi dan kesehatan di lingkungan sekolah.

Workshop diikuti oleh 11 siswa dari kelas 10 dan 11 yang tergabung sebagai pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan OSAMI (Organisasi Santri MA Miftahunnajah Sleman) bidang kesehatan. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Divara Hana selaku pemateri yang menjelaskan konsep dasar dan teknik pengukuran antropometri serta pengukuran tekanan darah yang benar. Setelah sesi materi, siswa langsung mempraktikkan pengukuran secara berpasangan didampingi oleh fasilitator. 

Dalam sesi praktik, siswa berkesempatan mencoba langsung penggunaan alat ukur, mulai dari timbangan digital untuk mengukur berat badan hingga wireless height meter untuk mengukur tinggi badan. Fasilitator turut mendampingi dan mengoreksi teknik pengukuran siswa sehingga hasil yang diperoleh akurat dan sesuai standar.

Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat PKGM tentang pengembangan program Health Promoting School (HPS) di MA Miftahunnajah Sleman. Salah satu komponen dari program HPS adalah pembentukan kelompok kerja (pokja) yang bertanggung jawab pada bidang kesehatan sekolah. Melalui pendekatan ini siswa tidak hanya menjadi objek, namun didorong untuk berperan aktif. 

Harapannya, secara berkelanjutan sekolah dapat memiliki sistem pemantauan status gizi siswa yang dijalankan oleh siswa sendiri. Karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan dasar untuk melakukan pengukuran antropometri yang tepat. Dengan adanya pelatihan ini, siswa MA Miftahunnajah Sleman diharapkan mampu berkontribusi dalam mendeteksi dini permasalahan gizi di lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat yang digerakkan oleh dan untuk komunitas sekolah itu sendiri.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan upaya pencapaian SDG 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera melalui penguatan sistem deteksi dini masalah kesehatan dan gizi di kalangan remaja di sekolah, SDG 4 yaitu pendidikan berkualitas dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis di luar kurikulum akademik reguler siswa, dan SDG 17 kemitraan untuk mencapai tujuan di mana PKGM bersinergi dengan institusi pendidikan menengah untuk menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sehat dan berdaya secara mandiri dan berkelanjutan

 

Penulis: Lintang Aryanti, S.Gz

PKGM UGM Gandeng MA Miftahunnajah untuk Kembangkan Program Health Promoting School

Berita Rabu, 3 Juni 2026

Sleman, 2 Juni 2026 – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran pimpinan dan tenaga pendidik MA Miftahunnajah Sleman dalam rangka pengembangan program Health Promoting School (HPS). Kegiatan yang dipandu oleh Prof. Siti Helmyati, DCN., M.Kes ini berlangsung di aula masjid MA Miftahunnajah Sleman dan dihadiri oleh kepala sekolah beserta perwakilan para guru.

Inisiatif ini berawal dari pengalaman UGM dalam mengembangkan konsep Health Promoting University (HPU), sebuah pendekatan komprehensif untuk menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika. Melihat keberhasilan konsep tersebut, PKGM mengajak MA Miftahunnajah untuk mengadaptasi pendekatan serupa dalam konteks sekolah. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Replikasi dan Penguatan Program Health Promoting School dalam Peningkatan Gizi dan Kesehatan Remaja berbasis Pengalaman Implementasi” yang diketuai oleh Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. 

Potret Kesehatan di Lingkungan Madrasah

Dalam sesi diskusi, pihak sekolah memaparkan berbagai tantangan kesehatan yang kerap dihadapi siswa, terutama mereka yang tinggal di asrama. Keluhan yang paling sering muncul adalah pusing, gatal-gatal, radang tenggorokan, dan demam. MA Miftahunnajah saat ini telah memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang berfungsi sebagai garda pertama penanganan siswa sakit, dengan jalur rujukan ke puskesmas dan klinik terdekat. Kerja sama insidental dengan psikolog dari Ghrasia dan tenaga medis dari jejearing relasi sekolah telah berjalan untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada siswa.

Membangun Sistem Kesehatan yang Terstruktur dan Berkelanjutan

Salah satu poin penting yang diulas dalam FGD adalah kebutuhan untuk mengubah pendekatan kesehatan dari yang bersifat insidental menjadi terprogram dan berkelanjutan. Ke depan, melalui program HPS yang dikembangkan ini, PKGM akan mendampingi divisi kesehatan di dalam organisasi siswa untuk merancang program kerja berkaitan dengan peningkatan kesehatan di sekolah. Rencananya program akan mencakup skrining kesehatan saat penerimaan siswa baru, pemantauan status gizi berkala, edukasi kesehatan terstruktur, serta sistem kaderisasi kader kesehatan yang terorganisir setiap tahun.

Diskusi juga menyoroti keberhasilan program zero waste yang telah berjalan di MA Miftahunnajah Sleman sebagai model yang dapat diadopsi. Melalui “Duta Zero Waste” terbentuk sebuah pemberdayaan siswa yang secara aktif mengelola sampah dan turut melakukan edukasi ke sekolah-sekolah lain. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemberian kepercayaan kepada siswa mampu menggerakkan perubahan nyata.

Sebagai tindak lanjut, PKGM dan MA Miftahunnajah akan merencanakan launching program HPS yang nantinya akan diintegrasikan dengan UKS dan organisasi intra sekolah dengan koordinasi di bawah guru atau ustadz penanggung jawab kesehatan. Pembekalan bagi kader kesehatan siswa oleh tim PKGM akan dilakukan sebagai Langkah awal implementasi. 

Selanjutnya kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi model kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah dalam mewujudkan sekolah sehat melakui program health promoting school.

Kontributor : Lintang Aryanti, S.Gz

Diskusi Kasus Kelompok Kesehatan Reproduksi Remaja di MA Miftahunnajah

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Sleman, PKGM. Masih dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kali ini Pusat Kesehatan Gizi dan Manusia (PKGM) FK-KMK UGM melaksanakan kegiatan forum diskusi bersama siswa-siswi di MA Miftahunnajah Sleman pada Jumat, 8 Mei 2026. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengasah keterampilan dalam memecahkan kasus, dan membiasakan komunikasi aktif siswa.

Forum diskusi dilakukan di masing-masing kelas dengan pendampingan oleh fasilitator yang merupakan mahasiswa dan alumni Gizi Kesehatan UGM. Siswa di masing-masing kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan 4-5 siswa kemudian mereka diminta untuk membahas dua kasus berkaitan dengan gizi dan kesehatan reproduksi. Para siswa kemudian menyampaikan hasil diskusi kelompok secara bergantian yang didampingi oleh fasilitator.

“Sesibuk apapun kita harus menyempatkan, pokoknya harus disempatkan, kalau di kelas bisa izin sebentar sama guru” ucap salah satu siswi yang menyampaikan bagaimana strategi untuk menghadapi tantangan kesibukan yang sering dijadikan alasan untuk abai terhadap kebersihan organ reproduksi. Selama diskusi berlangsung, siswa turut menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman sehingga tercipta suasana yang aktif dan interaktif.

Melalui diskusi ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan informasi baru tetapi juga dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi interpersonal, dan pengambilan keputusan terkait isu kesehatan pribadi. Metode ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran partisipatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok remaja.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 4: Quality Education, dan SDG 17-Partnership for the Goals.

Kontributor: Lintang Aryanti, Dwi Utami

Bekali Siswa dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, PKGM Gelar Edukasi di MA Miftahunnajah Sleman

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Sleman, PKGM. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah, Sleman sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat PKGM 2026 berjudul “Replikasi dan Penguatan Program Health Promoting School dalam Peningkatan Gizi dan Kesehatan Remaja berbasis Pengalaman Implementasi.”

Kegiatan yang berlangsung di area masjid sekolah pada Jumat, 8 Mei 2026 ini diikuti oleh 168 siswa, terdiri dari 111 siswa perempuan dan 57 siswa laki-laki. Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Bapak Muslikh Bahaddur, S.Pd dan dilanjutkan sesi utama yaitu edukasi kesehatan. Dr. Abdul Wahab, MPH dari Pusat Kajian Kesehatan Reproduksi (Kespro) FK-KMK UGM sebagai narasumber, menyampaikan materi dalam dua sesi di mana sesi pertama untuk siswa laki-laki dan sesi kedua untuk siswa perempuan.

Topik kesehatan reproduksi yang diangkat dinilai sangat relevan untuk disampaikan kepada para pelajar yang sedang memasuki fase perkembangan remaja.  Di sisi lain, para siswa di MA Miftahunnajah Sleman menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan tinggal bersama dalam lingkungan asrama sehingga penting untuk memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, kebersihan diri, serta perilaku hidup sehat agar mampu menjaga kesehatan, mencegah risiko masalah reproduksi, dan membentuk sikap yang bertanggung

Pak Wahab sebagai narasumber menyampaikan bagaimana perubahan fisik dan psikologi yang terjadi pada remaja berhubungan dengan kesehatan reproduksi Beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga pembahasan mengenai masalah kesehatan reproduksi secara umum. Pada sesi tanya jawab para siswa dan siswi tampak aktif bertanya serta berdiskusi menciptakan suasana yang interaktif dan komunikatif.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan reproduksi secara mandiri di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 4: Quality Education, SDG 5: Gender Equality

 

Kontributor: Lintang Aryanti, Dwi Utami

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Berita Sabtu, 21 Maret 2026

Segenap Keluarga Besar Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia FK-KMK UGM mengucapkan:

Taqabbalallahu minna wa minkum 🤍
Mohon maaf lahir dan batin.

Semoga hari kemenangan ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan untuk kita semua ✨

PKGM Selenggarakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) untuk Dukung Sistem Pangan Berkelanjutan

Berita Kamis, 12 Maret 2026

Pada hari Senin tanggal 2 Maret 2026, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) mengadakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) untuk kegiatan hari pertama. Kegiatan diawali dengan pembukaan dari MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PKGM, yaitu Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. Materi workshop pada kegiatan hari pertama dibawakan oleh Lala Sri Fadila, S.Gz., MPH. yang merupakan seorang dosen dari Universitas Jenderal Soedirman. Topik materi pada sesi pertama adalah “Konsep Dasar Life Cycle Assessment (LCA)”. Pada sesi ini, para peserta diajak untuk mengenal Life Cycle Assessment (LCA) sebagai alat hitung untuk menjumlahkan ‘total biaya lingkungan’ dari sebuah produk. Para peserta menemukan fakta baru bahwa sebenarnya produk-produk yang ada di sekitar kita telah menghasilkan emisi karbon yang dimulai pada saat proses produksi bahan baku hingga penggunaan akhir oleh konsumen.

Terdapat sesi tanya jawab setelah penyampaian materi. Para peserta workshop aktif mengikuti sesi tanya jawab dengan bertanya kepada narasumber terkait materi yang telah disampaikan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua dengan topik “Functional Unit & System Boundaries”. Pada sesi ini, para peserta dapat mengenal paradigma baru untuk menghitung sebuah produk tidak hanya dari wujud fisiknya saja, tetapi juga harus mempertimbangkan kegunaan dari produk tersebut. Contoh studi kasus dalam materi ini adalah membandingkan emisi 1 buah lampu LED dengan emisi 1 buah lampu pijar. Hal tersebut tidak bisa dilakukan karena mengabaikan lifetime dari lampu LED yang lebih tahan lama dibandingkan dengan lampu pijar. Studi kasus ini memperlihatkan bagaimana unit fungsional (functional unit) dari suatu produk dapat memengaruhi perhitungan LCA. Selain belajar mengenai unit fungsional, para peserta juga belajar tentang batas sistem (system boundaries). Batas sistem dapat digunakan untuk menetapkan titik awal dan titik akhir dari proses yang dievaluasi menggunakan LCA. 

Materi terakhir pada kegiatan workshop di hari pertama adalah topik “Konsep dan Penerapan Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA)”. Nutritional Life Cycle Assessment merupakan metode integrasi kualitas nutrisi ke dalam penilaian LCA. Tujuan dari nLCA adalah untuk membuat perbandingan antarproduk pangan menjadi lebih logis dan adil. Pembahasan materi ketiga dilengkapi dengan studi kasus analisis nLCA dari minuman ringan kemasan kaleng yang komposisinya hanya terdiri dari air dan gula. Hasil analisis studi kasus menunjukkan bahwa minuman ringan mungkin memiliki jejak karbon yang rendah per liternya karena hanya terdiri dari air dan gula, tetapi ‘biaya lingkungan per nutrisi’ menjadi sangat mahal karena berpotensi menyebabkan terjadinya malnutrisi jika dikonsumsi oleh suatu populasi secara terus-menerus. Dengan demikian, metode nLCA dapat mencegah promosi diet ‘ramah lingkungan’ yang menyebabkan malnutrisi karena metode ini tidak hanya menilai suatu produk dari emisi karbon yang dihasilkan, tetapi juga menilai dari kandungan nutrisinya. Sesi materi ketiga kemudian ditutup dengan pembagian lembar kerja dan referensi materi kepada para peserta. Lembar kerja yang dibagikan oleh panitia nantinya dapat digunakan oleh para peserta sebagai latihan mandiri untuk memperdalam pemahaman terkait nLCA. 

Berlanjut pada hari kedua, Selasa, 3 Maret 2026, peserta mengikuti sesi praktik yang terdiri atas studi kasus dan latihan menggunakan perangkat lunak openLCA yang dipandu oleh Lala Sri Fadila, S.Gz., MPH. Studi kasus pertama adalah Analisis Siklus Hidup (Life Cycle Assessment/LCA) pada sebuah laptop. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan yang dihasilkan sejak tahap manufaktur hingga penggunaan laptop selama masa pakai tiga tahun. Peserta diberikan penjelasan secara step-by-step, mulai dari penentuan tujuan dan ruang lingkup analisis, penyusunan tabel inventori (flows), proses mapping menggunakan database BAFU, langkah operasional di openLCA, hingga evaluasi dan interpretasi hasil.

Selanjutnya, peserta mengerjakan latihan nLCA pada produk pangan, yaitu susu sapi, yang kemudian dibandingkan dengan susu oat. Latihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perbedaan potensi dampak lingkungan antarproduk pangan, sekaligus memperkenalkan pendekatan integratif antara aspek gizi dan lingkungan dalam analisis sistem pangan. Melalui praktik analisis studi kasus tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep teoretis, tetapi juga mengembangkan keterampilan teknis dalam mengoperasikan perangkat lunak serta menginterpretasikan hasil analisis untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam konteks sistem yang lebih berkelanjutan.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai perkembangan riset terkini terkait Sustainable Healthy Diets yang disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. Materi ini menekankan bahwa Sustainable Healthy Diets memperhatikan semua aspek dari  kesehatan dan kesejahteraan individu, memiliki dampak yang kecil bagi lingkungan, mudah diakses, terjangkau, aman, adil, dan dapat diterima secara budaya. Kajian pada lima negara (Kanada, Indonesia, Jepang, Italia, dan Meksiko) melihat hambatan dalam menjalankan Sustainable Healthy Diets. Sebagai contoh, di Kanada konsumsi daging merupakan bagian dari nilai dan identitas budaya, sehingga menjadi tantangan dalam upaya pergeseran pola makan. Sementara di Indonesia, sebagian besar masyarakat belum pernah mendengar tentang Sustainable Healthy Diets atau pola makan berkelanjutan. Masyarakat cenderung memaknainya dari sisi kesehatan, keberlanjutan, kemudahan akses, serta tanggung jawab individu. Selain itu, Prof. juga Memy memaparkan berbagai hasil penelitian mengenai Sustainable Healthy Diets, seperti pengaruh edukasi dengan Participatory Learning Action (PLA) terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku, kajian Sustainable Healthy Diets di 5 kota besar di Indonesia, serta penelitian mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa Sekolah Dasar (SD) dalam menerapkan pola makan sehat berkelanjutan di Kota Kediri.

Workshop nLCA ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PKGM yang mendorong integrasi aspek gizi dan lingkungan. Kegiatan ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), dan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penguatan kompetensi akademisi, praktisi, dan masyarakat umum dalam pengembangan sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Limited Seat! Workshop nLCA Daring 24–25 Februari 2026

Berita Senin, 9 Februari 2026

🌱 WORKSHOP nLCA | LIMITED SEAT 🌱

Bagaimana menilai dampak pangan terhadap lingkungan tanpa mengabaikan aspek gizi?
Yuk, pelajari pendekatan Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) yang semakin relevan dalam riset pangan dan gizi berkelanjutan.

📅 24–25 Februari 2026
📍 Daring (Zoom)
🎓 Narasumber:
1. Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes
2. Lala Sri Fadila, S.Gz., MPH

🧩 Materi yang akan dibahas:
• Update riset Sustainable Healthy Diet
• Konsep dasar Life Cycle Assessment (LCA)
• Functional unit & system boundaries
• Konsep dan penerapan nLCA
• Studi kasus penggunaan nLCA

🎁 Fasilitas:
✔️ Sertifikat (8 JPL)
✔️ Materi & rekaman Zoom

💰 Biaya pendaftaran: Rp500.000
⏳ Pendaftaran hingga 23 Februari 2026

📞 Informasi & pendaftaran: https://bit.ly/daftarNLCA
0856-4202-9185 (Lintang)

🔔 Kursi terbatas! Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkuat perspektif keberlanjutan dalam riset pangan dan gizi.

#WorkshopnLCA #SustainableDiet #LifeCycleAssessment
#GiziBerkelanjutan #SustainableFoodSystem #PKGMUGM #WorkshopGizi

PKGM Cegah Anemia Remaja Putri melalui Tes Skrining Hb di SMP LHI Banguntapan

Berita Senin, 15 Desember 2025

Banguntapan, 11 Desember 2025 — Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melaksanakan kegiatan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) bagi siswi kelas 7 dan 8 di SMP LHI Banguntapan yang diikuti oleh 65 anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PKGM tahun 2025 yang berjudul “Penguatan Peran Sekolah dalam Membangun Budaya Kesehatan melalui Program Health Promoting School, Implementasi Tahun ke-2.”

Pengecekan Hb bertujuan untuk deteksi dini anemia pada remaja putri di mana kegiatan ini sudah dilaksanakan oleh PKGM dan SMPIT LHI Banguntapan sejak tahun 2024. Pada tahun sebelumnya ditemukan sekitar 19,1% siswa putri memiliki kadar Hb <12g/dL. Temuan tersebut mendorong PKGM untuk melakukan pemantauan kembali pada tahun 2025. Hasil dari pemeriksaan rutin diharapkan dapat menjadi perhatian sekolah khususnya dalam menguatkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk siswi. Selama proses pengecekan Hb petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya konsumsi TTD untuk pencegahan anemia.

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Hal tersebut disebabkan karena remaja putri mengalami mentruasi yang menyebabkan mereka kehilangan banyak hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang berfungsi mengangkut oksiden dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Di masa-masa remaja, kadar hemoglobin yang rendah dapat mengganggu pertumbuhan. Salah satu dampak langsung anemia pada remaja putri adalah penurunan konsentarsi belajar akibat kurangnya suplai oksigen ke otak. Oleh karena itu melalui kegiatan ini, PKGM berharap para siswi dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sehingga mampu mendukung konsentrasi belajar dan prestasi akademik.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).

Kolaborasi PKGM dan ISNA Bekali Ketrampilan Ahli Gizi dan Pelatih untuk Performa Atlet Optimal Melalui Sportifitness 10

Berita Rabu, 26 November 2025

Sleman, PKGM – Sebagai rangkaian dari Sportifitness 10: Short Course and Workshop Sport and Wellness Nutrition, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM bersama dengan Indonesia SISNA menyelenggarakan workshop pada 20-21 November 2025 di Gedung Tahir Lantai 8 FK-KMK UGM. Kegiatan workshop dua hari tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan pemeriksaan fisik, biokimia, antropometri, serta asesmen asupan atlet.

Workshop hari pertama dibuka dengan sambutan dari Ketua PKGM, Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, dan Ketua ISNA, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH. Sesi dilanjutkan dengan materi pertama tentang pengukuran antropometri atlet yang disampaikan oleh Ibu Dr. Mirza. Penyampaian materi diselingi dengan demo praktik pengukuran dan diskusi interaktif.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengukuran fisik klinis yang difasilitasi oleh Assifatu Rahmah Zada, S.Gz. Sesi ini melatih peserta dalam mengukur tekanan darah dan nadi basal, serta mempraktikan zona latihan atlet. Selain fisik klinis, praktik pengukuran lainnya adalah antropometri yang dipandu oleh Nurulita Septiana S.Gz. Pada sesi ini peserta dilatih untuk melakukan pengukuran komposisi tubuh dan interpretasi somatotype.

Bergeser pada hari kedua, sebelum melakukan praktik pengukuran langsung, peserta dibekali dengan materi asesmen biokimia yang disampaikan oleh Ibu Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc., Ph.D. Pengukuran biomarker darah dan urin sangat penting dilakukan untuk menyiapkan atlet dalam kompetisi.

Setelah pemaparan materi kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pemeriksaan biokimia darah dan urin serta asesmen asupan. Pada sesi biokimia peserta melakukan praktik pengukuran gula darah, kolesterol, asam urat, dan hemoglobin serta penilaian hidrasi yang dipandu oleh Kak Assyifa. Sesi terakhir adalah praktik menilai asupan atlet dimana peserta belajar untuk menghitung kebutuhan dan merancang menu sesuai dengan kasus. Pada sesi terakhir ini difasilitatori oleh Kak Kurnia Maratus Solichah, S.Gz., MS., RD.

Workshop Sportifitness 10 menjadi wujud komitmen PKGM dan ISNA dalam mendukung ekosistem olahraga prestasi yang sehat, ilmiah, dan berkelanjutan. Workshop ini merupakan implementasi nyata SDG 3: kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4: pendidikan berkualitas, dan SDG 17: kemitraan untuk mencapai tujuan.

123…13

Berita Terkini

  • PKGM Gelar Edukasi Kesehatan bagi Siswa Baru di MA Miftahunnajah Sleman
    20/07/2026
  • Latih Siswa Pantau Status Gizi, PKGM Gelar Workshop untuk OSIS dan OSAMI di MA Miftahunnajah Sleman
    03/06/2026
  • PKGM UGM Gandeng MA Miftahunnajah untuk Kembangkan Program Health Promoting School
    03/06/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY