• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 3
Arsip:

Berita

Tertarik Berpartisipasi dalam Kajian Sustainable Healthy Diet yang dilakukan PKGM? Berikut Caranya!

Berita Jumat, 1 Agustus 2025

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM tengah melakukan penelitian bertajuk “Kajian Sustainable Healthy Diet di Kota-Kota Besar Indonesia: Pendekatan Sequential Exploratory”.

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan, sikap, serta perilaku masyarakat terhadap pola makan sehat yang berkelanjutan (sustainable healthy diet). Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang penerapan pola makan sehat sekaligus ramah lingkungan di Indonesia.

Sebagai bagian dari penelitian, tim PKGM UGM saat ini sedang mencari responden untuk berpartisipasi dalam pengisian kuesioner. Sasaran responden adalah masyarakat yang berdomisili di Medan, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.

Adapun syarat responden antara lain:

  1. Berusia di atas 18 tahun
  2. Mampu berbahasa Indonesia
  3. Tidak sedang menjalani pola makan vegetarian atau vegan,
  4. Bersedia mengisi kuesioner secara online.

Penelitian ini menggunakan pendekatan sequential exploratory, yaitu metode yang menggabungkan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif secara bertahap. Dengan cara ini, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan penting bagi pengembangan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia, khususnya terkait pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan Zero Hunger, Good Health and Well-being, serta Responsible Consumption and Production.

Masyarakat yang memenuhi kriteria dapat langsung mengakses tautan kuesioner di https://bit.ly/KajianGizi5Kota atau memindai QR Code yang tersedia pada poster. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi tim penelitian di masing-masing kota melalui nomor yang tertera pada poster.

PKGM Dukung Penelitian Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM dalam Kajian Pola Makan Berkelanjutan

Berita Selasa, 29 Juli 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui riset dan aksi nyata di tingkat komunitas. Komitmen PKGM kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap pengembangan kapasitas akademik dan pendampingan riset terhadap salah satu mahasiswa program Magister Kesehatan Masyarakat, Minat Gizi Kesehatan, FK-KMK, UGM. 

Gifani Rosilia, mahasiswa S2 tersebut, baru saja menyelesaikan sidang akhir tesisnya pada Selasa (22/7/2025), sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Master of Public Health (M.P.H). Sidang tersebut dipimpin oleh Dr. Drs. Abdul Wahab, M.P.H., sebagai Ketua Dewan Penguji, dengan Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, M.A., sebagai penguji. Gifani dibimbing oleh dua dosen pembimbing dari Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, yaitu Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua PKGM, serta Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, S.T.P., M.P. 

Tesis berjudul “Model Edukasi dengan Participatory Learning and Action terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sustainable Diet pada Wanita”, merupakan bagian dari kajian yang sedang dilaksanakan oleh tim PKGM. Penelitian ini menyoroti pentingnya pola makan sehat berkelanjutan (Sustainable Healthy Diet/SHD) di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis pangan, serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). 

Studi ini berakar dari penelitian kolaboratif antara PKGM dan University of Guelph, Kanada, yang sebelumnya telah mengkaji persepsi dewasa muda terhadap pola makan berkelanjutan di lima negara, yakni Kanada, Jepang, Italia, Meksiko, dan Indonesia. Tim peneliti dari Indonesia terdiri atas Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, dan dr. Widjaja Lukito, Sp.GK., Ph.D., sementara tim Kanada dipimpin oleh Jess Haines, Ph.D., MHSc, RD. Hasil dari kolaborasi lintas negara ini menjadi dasar penting dalam merancang model edukasi SHD yang relevan secara budaya dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat lokal. Media edukasi yang digunakan dalam tesis ini juga dikembangkan oleh tim peneliti PKGM.

Penyelesaian tesis ini merupakan bentuk dukungan nyata PKGM terhadap pendidikan yang terwujud dalam bentuk penyusunan tugas akhir (tesis) mahasiswa. PKGM berharap, melalui dukungan terhadap mahasiswa seperti Gifani, akan semakin banyak peneliti-peneliti muda yang berakar pada tantangan lokal namun memiliki kontribusi pada agenda pembangunan global, termasuk pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Kenalkan tentang Pangan Fungsional, Prof Lily Arsanti Singgung Pengembangkan Pangan Olahan Berbasis Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan

Berita Rabu, 28 Mei 2025

Sleman, PKGM – Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang gizi dasar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada pada Selasa (27/5) lalu. Beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pengambangan Produk Pangan Lokal Berbasis Bahan Baku Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan” di Balai Senat Lantai 2 Gedung Pusat UGM. 

“Salah satu yang menyebabkan rendahnya konsumsi umbi-umbian adalah masyarakat merasa umbi-umbian merupakan makanan inferior sehingga perlu upaya untuk menaikkan “kelas” pangan lokal agar semakin banyak dikonsumsi,” ujar Prof Lily dalam pengantar pidatonya.

Disampaikan dalam pidatonya bahwa penelitian terkait pangan berklaim atau pangan fungsional sangat berkembang di Indonesia. Penggunaan bahan baku lokal dalam produk olahan pangan fungsional telah banyak diteliti mengingat Indonesia memiliki biodiversitas yang tinggi. Berbagai aspek terkait pangan fungsional dipaparkan mulai dari perannya dalam memodifikasi kesehatan saluran cerna, manfaatnya terhadap kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, hingga hilirisasi serta komersialisasi produk.

Komponen pangan dapat memodifikasi kesehatan saluran cerna melalui mekanisme kerja probiotik, prebiotik, sinbiotik, dan serat pangan. Probiotik dapat menghambat perlekatan bakteri patogen pada mukosa usus dan menghasilkan zat anti mikroba untuk menghambat pertumbuhan patogen. Konsumsi prebiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus yang selanjutnya memperbaiki penyakit radang usus, mengurangi sembelit, dan mencegah infeksi serta diare. Di dalam saluran cerna, komponen-komponen makanan mikrobiota dan sistem imun saling berinteraksi menghasilkan pertahanan tubuh.

“Studi pre-klinik pengaruh pemberian synbiotic shake instan yang mengandung probiotik Lactobacillus acidophilus La-5 atau Bifidobacterium lactis BB-12 serta prebiotik FOS atau inulin sebanyak 3,6ml/hari selama 28 hari pada tikus hiperglikemia menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberi Lactobacillus acidophilus La-5 dan inulin terjadi penurunan kadar glukosa darah sebesar 9,58 mg/dL dan peningkatan kadar HDL-C sebesar 13,70 mg/dL,” terang Prof Lily.

Dalam kesempatan yang baik tersebut, Prof Lily juga menyampaikan temuan-temuan risetnya terkait potensi bahan baku lokal sebagai sumber probiotik dan prebiotik. Lebih lanjut, Prof Lily menjelaskan tentang probiotik lokal Lactobacillus plantarum Mut7 yang dapat meningkatkan respon imun sistemik. Selain itu, umbi-umbian lokal seperti ubi jalar bestak, garut, porang, gembili, dan dahlia juga berpotensi menjadi sumber prebiotik. Dari hasil risetnya tersebut dikembangkan berbagai produk pangan olahan seperti yogurt, permen jelly, bubuk susu, fiber drink yang juga telah dianugerahi hak kekayaan intelektual baik paten, hak cipta, maupun merek. Prof Lily juga menyoroti tentang pentingnya hilirisasi dan komersialisasi produk berbasis riset dengan menggandeng mitra industri. 

“Luaran riset tidak hanya berupa publikasi karya ilmiah, namun juga dapat berupa prototipe yang didaftarkan kekayaan intelektualnya dan selanjutnya dilakukan hilirisasi dan komersialisasi atas luaran tersebut,” pungkas Prof Lily.

Pencapaian gelar guru besar Prof Lily Arsanti menjadi inspirasi bagi para peneliti dan staff di Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) untuk terus berkarya dan berinovasi. Pengukuhan Prof Lily ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) SDG2: mengakhiri kelaparan, SDG3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, SDG4: pendidikan yang berkualitas, serta SDG9: Infrastruktur, industri, dan inovasi.

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

 

Kenalkan Tuberkulosis Sejak Dini, PKGM Ajak Pelajar SMP untuk Akhiri Stigma TB di Masyarakat.

Berita Senin, 19 Mei 2025

Bantul, PKGM- Jumat, 16 Mei 2025 Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama para pelajar di SMPIT LHI Banguntapan. Dengan mengusung tema “Aksi Remaja Bergizi! Akhiri Stigma TBC Melalui Program Health Promoting School”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian remaja, khususnya pelajar, terhadap masalah tuberkulosis (TB) di lingkungan sekitar. 

Acara diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP. “Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa di sini bisa lebih bijak dalam menghadapi stigma di masyarakat dan berperan aktif dalam upaya pencegahan penularan TB”, ujar Prof. Lily dalam kesempatannya membuka acara. Prof Lily juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMPIT LHI Banguntapan dan juga kepada Keluarga Alumni Gadjah Mada Kedokteran (KAGAMADOK) yang telah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan pengabmas mengusung konsep mini talk show yang menghadirkan dua narasumber dengan background praktisi dan akademisi. Kak Mufiroh dari Yayasan Penyintas Tuberkulosis Yogyakarta (TERBESAR) hadir sebagai narasumber pertama yang menyampaikan tentang apa itu penyakit TB, bagaimana penularannya, gejala dan dampak, serta beragam stigma negatif TB yang beredar di masyarakat. Narasumber kedua adalah Ibu Aviria Ermamilia dari Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM. Dosen gizi yang akrab dipanggil Ibu Avi ini menyampaikan pentingnya gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk mencegah penularan TB melalui peningkatan imun tubuh.

Acara diikuti oleh 147 siswa dari kelas 7 dan 8, serta beberapa guru. Selama penyampaian materi seluruh siswa tampak menyimak dengan sungguh-sungguh dan mencatat. “Cemas”, jawab salah seorang siswa putra ketika ditanya oleh narasumber tentang bagaimana respon setelah mengetahui tentang penyakit tuberkulosis. Para peserta juga tidak ragu untuk bertanya kepada para narasumber. Beberapa pertanyaan diajukan seperti: apakah tuberkulosis bisa menyebabkan kematian?; apakah tuberkulosis bisa menyebabkan munculnya penyakit lain di dalam tubuh?; berapa lama idealnya olahraga dilakukan setiap hari?; dan kapan waktu terbaik untuk berjemur agar mendapatkan vit D?.

Di penghujung acara, baik siswa maupun guru membubuhkan tanda tangan dukungan eliminasi tuberkulosis di lingkungan sekolah pada tempat yang disediakan oleh panitia. Beberapa siswa juga menuliskan pesan-pesan singkat ajakan untuk pengakhiran TB, bergaya hidup sehat, dan makan bergizi.

Kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan poin ke-3:kesehatan yang baik dan kesejahteraan, poin ke-4: pendidikan bermutu, poin ke-5: kesetaraan gender, dan poin ke-17: kemitraan untuk mencapai tujuan.

Edukasi Sustainable Diet untuk Mendorong Perubahan Perilaku Makan yang Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Sleman, PKGM — Dalam upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, SDG 3: Good Health and Well-being, dan SDG 13: Climate Action, kegiatan edukasi bertajuk “Sustainable Healthy Diet” diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Kalurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, pada hari Kamis (8/5/25) pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Acara ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Sebanyak 50 orang perwakilan kader posyandu se-Kalurahan Condongcatur mengikuti kegiatan ini. Materi utama disampaikan oleh Gifani Rosilia, S.Gz, salah satu anggota tim peneliti dari studi berjudul “Kajian Sustainable Healthy Diet di Kota-Kota Besar Indonesia: Pendekatan Sequential Exploratory.” 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengetahuan dan praktik masyarakat terkait pola makan sehat berkelanjutan atau sustainable diet, konsep yang belum banyak dipahami publik meskipun sebenarnya telah dekat dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Dalam konteks krisis iklim global, sistem pangan memiliki kontribusi besar terhadap emisi karbon dan kerusakan lingkungan. Gifani menyampaikan bahwa sampah makanan mendominasi komposisi terbanyak secara keseluruhan, lebih banyak dibandingkan sampah plastik. Rumah tangga, sebagai unit terkecil konsumsi pangan, berperan penting dalam perubahan ini. Oleh karena itu, edukasi kepada para ibu menjadi langkah strategis, mengingat mereka memiliki peran kunci dalam menyusun dan menyediakan makanan bagi keluarga.

Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah pemaparan materi mengenai konsep dan prinsip sustainable diet, termasuk dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Peserta dipersilakan untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber selama sesi tersebut. Bagian kedua adalah diskusi kelompok dimana peserta diajak untuk mengidentifikasi praktik-praktik makan berkelanjutan yang sudah dan belum dilakukan, merefleksikan tantangan dalam menerapkan perubahan, hingga menyusun rencana aksi pribadi untuk mengubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan. Setiap kelompok didampingi oleh fasilitator, dan peserta juga diminta mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pola makan sehat berkelanjutan.

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menjadi lebih tahu dan paham tentang konsep sustainable healthy diet. “Materinya sangat menarik, karena sebelumnya kami (kader posyandu) belum pernah mendapatkan pelatihan tentang ini”, ujar salah satu peserta. Para peserta yang merupakan kader posyandu diharapkan  dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada ibu-ibu lain di komunitas masing-masing. Dengan begitu, dampak dari edukasi ini tidak hanya berhenti pada peserta, tetapi meluas ke masyarakat yang lebih luas, mendorong terwujudnya sistem pangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan bagi semua.

Ajak Kader Posyandu Bahas Pola Makan Sehat Berkelanjutan Lewat Riset dengan Pendekatan Participatory Learning and Action

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM tengah melakukan kajian terkait sustainable healthy diet (SHD) atau pola makan sehat berkelanjutan di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Dalam merancang kajian ini peneliti menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang melibatkan kader posyandu sebagai bagian dari upaya edukasi dan perencanaan aksi terkait pola makan sehat berkelanjutan atau SHD.

PLA merupakan metode partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek penelitian. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan menyusun rencana aksi secara kolaboratif. PLA pertama kali dikenalkan pada tahun 1970-an di Afrika sebagai strategi untuk memberdayakan komunitas pedesaan, dan kini digunakan secara luas untuk menangani berbagai isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

Dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Kamis (8/5/25) di ruang pertemuan Kalurahan Condongcatur, para kader posyandu dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh fasilitator. Mereka diminta untuk mendiskusikan kebiasaan makan selama ini yang belum sesuai dengan prinsip keberlanjutan, menganalisis dampaknya, serta menentukan solusi yang realistis dan aplikatif. Proses diskusi dilakukan secara interaktif dengan media sederhana seperti kertas stiker, spidol, dan lembar kerja ukuran A3.

“Yang sudah saya lakukan itu kalau makan selalu habis jadi tidak ada sampah makanan yang dihasilkan, tapi saya masih sering pakai kemasan makanan plastik. Itu yang menurut saya berat untuk diubah”, ujar salah satu peserta diskusi.

Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, memastikan inklusivitas dan keterlibatan aktif seluruh peserta, sesuai dengan prinsip dalam PLA. Pada akhir sesi, para kader menyusun rencana perubahan perilaku yang memungkinkan untuk diterapkan selama satu bulan ke depan. 

Pendekatan PLA dinilai efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara menyeluruh, menjangkau berbagai latar belakang peserta, dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif. Keberhasilan pendekatan ini tercermin dari adanya kesepakatan aksi yang disusun oleh masyarakat sendiri dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk merealisasikannya.

Melalui metode PLA ini, PKGM berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks kesehatan dan gizi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, poin ke-4: pendidikan yang bermutu, poin ke-11: komunitas yang berkelanjutan; dan poin ke-13: penanganan perubahan iklim.

Menuju Lustrum ke-5 PKGM Gelar Lomba untuk Pelajar dan Mahasiswa seluruh Indonesia

Berita Jumat, 7 Maret 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM sukses menutup rangkaian lomba dalam rangka menyambut Lustrum ke-5 pada Kamis, 27 Februari 2025 secara daring. Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia, dengan total ribuan peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi.

Lomba Pelajar SMP/SMA Sederajat

Lomba untuk pelajar SMP/SMA sederajat mengangkat tema “Kesehatan Remaja, Investasi Masa Depan Bangsa” dan terdiri dari dua kategori: poster dan esai. Dari 1.030 peserta yang mendaftar, 398 berkompetisi di kategori poster dan 632 di kategori esai. 

Babak final diadakan pada 7 Februari 2025 secara daring, di mana 10 karya terbaik dari masing-masing kategori dipresentasikan. Dewan juri lomba esai terdiri dari Ibu Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D., Ibu Riani Witaningrum, S.Gz., M.Sc., Dietisien, dan Sdr. Nabila Ersya Audina, S.Gz., Dietisien, sedangkan lomba poster dinilai oleh Bapak Daniel, Ph.D., Ibu Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD dan Sdr. Cut Alima Syarifa, S.Gz., Dietisien.

Berikut daftar pemenang:

  • Lomba Poster:
    • Juara 1: Jovita Shafirah Khumaira (SMA N 1 Semarang)
    • Juara 2: Casey Amelie Wibowo Bok (SMA N 1 Balikpapan)
    • Juara 3: Zakiya Mirra Hamida (MAN 2 Ponorogo)
    • Juara Favorit: Fajrina Safarina Sholihah (SMA Muhammadiyah 10 Gresik)
  • Lomba Esai:
    • Juara 1: Fajar Maulana Raharja (SMA N 4 Surabaya)
    • Juara 2: Arya Sanova Shariel (SMA N 1 Sukaraja)
    • Juara 3: Nashwa Ibtisam (SMA N 1 Kota Probolinggo)

Juri menilai peserta mampu menyajikan ide kreatif dan relevan terkait peran remaja dalam kesehatan masyarakat, gaya hidup sehat, hingga pencegahan stunting. “Lomba ini menunjukkan harapan besar bagi generasi muda dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan,” ujar Nabila, salah satu juri lomba esai.

Lomba Mahasiswa

Mengusung tema “Nourishing Yourself, Nurturing the Planet”, lomba mahasiswa mencakup kategori reels competition dan poster infografis. Kategori reels terbuka bagi mahasiswa dari semua jurusan, sedangkan poster infografis dikhususkan bagi mahasiswa gizi, pangan, dan kesehatan. Peserta dalam lomba mahasiswa ini diminta membuat karya yang dikaitkan dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejak dibuka pada 1 Januari 2025, lomba ini menerima lebih dari 40 karya reels dan lebih dari 70 poster infografis. Final presentasi poster infografis diadakan pada 27 Februari 2025 secara daring dengan dewan juri Bapak Ari Prayogo Pribadi, Ph.D. dan Ibu Farah Faza, S.Gz., M.Gizi.

Pemenang lomba mahasiswa adalah sebagai berikut:

  • Lomba Poster Infografis:
    • Juara 1: Amalia Prafarizka (STIK Sambas)
    • Juara 2: Essa Anendya Fatmadani (UGM)
    • Juara 3: Fahmi Istikmal Akbar (UNDIP)
  • Reels Competition (Diumumkan 21 Februari 2025 via Instagram @pkgm.ugm):
    • Juara 1: Sherina Dewi Tjandra (@telmichelle)
    • Juara 2: Sonya Flajsova (@sonya_fljs)
    • Juara 3: Farhana Khumairah (@fhnhanaa)

Karya-karya pemenang dapat dilihat melalui tagar #infografisPKGM dan #ReelsPKGM di Instagram. “Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang berprestasi, tetapi juga peluang kolaborasi dalam mengembangkan ide inovatif di masa depan,” ujar juri poster infografis, Bapak Ari Prayogo.

PKGM berharap karya para peserta dapat terus disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Kegiatan ini selaras dengan SDGs ke-2 (tanpa kelaparan), ke-3 (kehidupan sehat dan sejahtera), ke-4 (pendidikan berkualitas), ke-12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab), ke-13 (penanganan perubahan iklim), ke-14 (ekosistem lautan), dan ke-15 (ekosistem daratan).

Mahasiswa Beraksi Wujudkan SDGs Melalui Kompetisi Poster Infografis

Berita Jumat, 28 Februari 2025

Sleman, PKGM — Dalam rangka memperingati Lustrum ke-V, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia menyelenggarakan lomba poster infografis bertema “Nourishing Yourself, Nurturing The Planet”. Melalui kegiatan ini PKGM ingin mengenalkan kepada generasi muda tentang pola makan berkelanjutan atau sustainable eating, yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga ramah lingkungan. 

Perubahan gaya hidup masyarakat ke pola makan yang tidak sehat, minim gizi, serta tingginya konsumsi makanan kemasan dan sampah makanan menjadi latar belakang pemilihan tema lomba. Di saat yang sama, Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan gizi pada anak dan tingginya angka penyakit tidak menular. Krisis kesehatan ini ternyata juga berkaitan erat dengan krisis lingkungan, di mana sampah makanan menjadi penyumbang terbesar limbah nasional, sementara banyak anak masih kekurangan pangan bergizi. Untuk itu, pola makan berkelanjutan diangkat sebagai solusi, karena menekankan pentingnya asupan bergizi, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

Perlombaan yang digelar mulai Januari hingga Februari ini mengusung enam sub-tema karya yaitu zero hunger, good health and well-being, responsible consumption and production, climate action, life below water, dan life on land. Dalam menciptakan karya poster infografis, peserta dapat mengintegrasikan sub-tema tersebut ke dalam tema utama. Setelah mengalahkan puluhan peserta yang mengirimkan karya, tiga mahasiswa berbakat berhasil menjadi pemenang dalam lomba ini, dan menyampaikan gagasan mereka secara kreatif dan edukatif

Amalia Prafarizka mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sambas berhasil meraih juara pertama dengan poster berjudul “Zero Hunger”, yang menyoroti peran pola makan sehat dalam mengatasi kelaparan dan kekurangan gizi. Juara kedua dimenangkan oleh Essa Anendya Fatmadewi dengan karya berjudul “Peduli Pangan Wujudkan Hidup Berkelanjutan.” Mahasiswi yang berasal dari Universitas Gadjah Mada itu ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih dan mengelola pangan yang dapat menimbulkan dampak pada lingkungan. Juara tiga diraih oleh Fahmi Istikmal Akbar dari Universitas Diponegoro dengan poster “NUTRISEA-CARE”, sebuah gagasan inovatif tentang pemanfaatan sumber daya kelautan untuk mengatasi gizi buruk dan kelaparan di Indonesia.

Melalui lomba ini, para mahasiswa tidak hanya menyuarakan ide dan kepedulian mereka terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target SDGs. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi semua.

Rapat Kerja Tahunan Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia 2025

Berita Senin, 24 Februari 2025

PKGM-Kota Yogyakarta. Jumat, 31 Januari 2025 telah dilaksanakan rapat kerja sebagai agenda tahunan Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM di Jeeva Yogyakarta. Dihadiri oleh jajaran pengelola dan staff PKGM, raker dapat terlaksana dengan lancar dalam suasana hangat kekeluargaan.

Rapat kerja dipimpin langsung oleh ketua PKGM, Ibu Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. Dosen sekaligus peneliti yang akrab disapa Ibu Memy ini menyampaikan capaian kinerja pada tahun 2024 dimana PKGM berhasil mencapai seluruh indikator kinerja program, melebihi target yang telah ditetapkan oleh fakultas. Capaian keberhasilan ini turut mendukung program renstra Universitas Gadjah Mada 2022-2027 diantaranya pengembangan riset translasional meliputi flagship riset dan riset unggulan kompetitif, pengembangan sumber daya riset serta penelitian dan pengembangan yang mudah dimanfaatkan oleh masyarakat, peningkatan kebermanfaatan dan perluasan jejaring penelitian internasional, serta peningkatan penelitian yang mengadopsi prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai pusat kajian yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian, PKGM turut berkontribusi menghasilkan produk luaran berupa publikasi pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi, rekomendasi kebijakan, modul pembelajaran, video edukasi, hingga pemberitaan kegiatan yang mendukung aspek SDGs.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan PKGM sepanjang tahun 2024. Ibu Memy menyampaikan bahwa PKGM harus bisa lebih banyak berinovasi, meningkatkan kolaborasi dengan peneliti-peneliti muda, serta fokus pada niat untuk berkontribusi kepada masyarakat dan negara. Dalam rapat ini didiskusikan juga strategi perbaikan guna meningkatkan efektivitas dan capaian kinerja di tahun 2025. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pengelola dan staff PKGM dalam menjalankan peran sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Pencapaian yang diraih pada tahun 2024 merupakan hasil kerja keras berbagai pihak.  Segenap pengelola dan staff PKGM mengucapkan terima kasih kepada seluruh peneliti, asisten, dan tim lapangan, serta mitra yang telah berkolaborasi bersama. Semoga di tahun 2025 PKGM memiliki performa yang lebih baik, dapat memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat dan bersama-sama dengan mitra mengentaskan permasalahan gizi yang ada. 

 

Kegiatan ini mendukung SDGs poin 16 yaitu menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Adakan Lomba Reels Instagram, PKGM Ajak Mahasiswa Berkompetisi Sambil Kenalkan Pola Makan Berkelanjutan

Berita Jumat, 21 Februari 2025

Sleman, PKGM – Dalam rangka memperingati Lustrum ke-V, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) UGM menyelenggarakan Reels Competition bertema “Nourishing Yourself, Nurturing The Planet” yang terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia. Pendaftaran kompetisi ini dibuka dari Januari hingga Februari 2025, dan para juara telah diumumkan pada 21 Februari 2025 melalui akun Instagram resmi PKGM (@pkgm.ugm).

Tema tersebut diangkat untuk mengenalkan tentang pola makan berkelanjutan atau sustainable eating, sebagai respons terhadap tantangan gizi, kesehatan, dan lingkungan yang saling berkaitan. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial dinilai sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada generasi muda, termasuk pentingnya pola makan yang sehat, bergizi, dan ramah lingkungan. Hal tersebut yang mendorong terciptanya lomba reels Instagram ini.

Setiap peserta yang mengikuti lomba diminta untuk mengunggah karya video reels melalui akun Instagram pribadi dengan menyertakan tagar #SustainableEating #LustrumVPKGM #ReelsPKGM #SDGs. Penjurian dilakukan oleh profesional yang berpengalaman di bidang media sosial dan videografi. Karya peserta kemudian dinilai berdasarkan dua aspek utama, yakni kreativitas — yang mencakup estetika visual, teknik sinematografi, dan daya tarik, serta orisinalitas, yang menekankan pada ide dan pendekatan yang baru serta tidak menjiplak karya lain.

Juara pertama perlombaan ini dimenangkan oleh Sherina Dewi Tjandra (@telmichelle), juara kedua yaitu Sonya Flajsova (@sonya_fljs) dan juara ketiga adalah Farhana Khumairah (@fhnhanaa). Ketiga pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan sertifikat. 

Melalui kompetisi ini, PKGM UGM berharap dapat mendorong lahirnya konten edukatif dan inspiratif yang dapat memicu perubahan nyata dalam gaya hidup masyarakat menuju pola makan berkelanjutan. Kegiatan ini turut mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin ke-4; pendidikan bermutu, poin ke-5: kesetaraan gender, dan poin ke-13: penanganan perubahan iklim.

12345…13

Berita Terkini

  • PKGM Gelar Edukasi Kesehatan bagi Siswa Baru di MA Miftahunnajah Sleman
    20/07/2026
  • Latih Siswa Pantau Status Gizi, PKGM Gelar Workshop untuk OSIS dan OSAMI di MA Miftahunnajah Sleman
    03/06/2026
  • PKGM UGM Gandeng MA Miftahunnajah untuk Kembangkan Program Health Promoting School
    03/06/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY